Pemerintah Aceh Didesak Bangun Asrama di Kairo, 333 Mahasiswa Masih di Mesir

BANDA ACEH-Dari total 369 mahasiswa Aceh yang menuntut ilmu di Mesir, tinggal 333 lagi yang belum dipulangkan. Para mahasiswa ditemptkan di empat penampungan di wilayah barat dan selatan Mesir. Jumat (4/2) sekira pukul 11.07 WIB, isak dan tangis keluarga mewarnai kepulangan sejumlah mahasiswa Aceh yang menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar Kairo yang tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang.

Dengan penerbangan Lion Air, belasan mahasiswa itu pun disambut Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf diwakili Asisten III Pemerintah Aceh, Ridwan Hasan, anggota DPR Aceh yang juga Ketua DPW PKS Aceh Ghufran ZA, anggota DPRK Aceh Besar Tgk H Irawan Abdullah beserta Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh Tgk H Muslim M Daud Lc.

“Total mahasiswa Aceh di Mesir ada 369 orang. Kita akan terus berkoordinasi agar mereka bisa pulang semua," kata Ridwan Hasan di depan keluarga dan para mahasiswa.Ridwan menyebutkan bahwa sebahagian rombongan mahasiswa asal Aceh sudah sampai di tanah air. Hingga saat ini masih menunggu proses pemulangan dari Jakarta. Sedangkan mereka yang dipulangkan ini adalah gelombang pertama.

Sementara itu, sebelum diterbangkan ke Aceh, rombongan mahasiswa Aceh ini sebelumnya telah tiba di tanah air kemarin. Mereka ditempatkan sementara di Asrama haji Pondek Gede, Jakarta Timur.Pada kesempatan tersebut, Ketua IKAT Aceh Tgk H Muslim M Daud Lc menyebutkan, pihaknya telah membangun sebuah posko responsif di kawasan Batoh, Kota Banda Aceh untuk melakukan pendataan kepada mahasiswa asal Aceh.

”Kita telah mendata mahasiswa yang telah dan belum kembali," sebutnya.
Lebih lanjut dia menyarankan agar Pemerintah Aceh untuk membangun sebuah asrama mahasiswa di Kairo guna memudahkan koordinasi antar mahasiswa yang sedang menunpuh studi disana.

”Bila ada asrama semuanya kan bisa berkumpul. Sehingga jika ada kejadian seperti ini akn memudahka evakuasi, selama ini mahasiswa kita tinggal menyebar di sana," ujarnya. Semenatra itu, Kepala Biro Hukum dan Humas Pemerintah Aceh, Makmur Saputra menambahkan, baru 36 orang dari 369 mahasiswa Aceh di Mesir telah tiba di tanah air. Disebutkan, sejumlah warga yang pernah belajar di Timur Tengah juga membuka posko responsif untuk Mesir di Aceh. Mereka memfasilitasi komunikasi pihak keluarga dengan mahasiswa Aceh yang masih tertahan Mesir.

Muhammad Fadhilah, Ketua Posko, mengatakan selalu memasok informasi terkini terkait kondisi mahasiswa di Mesir. Saat ini, kata dia, seluruh mahasiswa berada di tempat yang aman."Kami berharap pihak keluarga di Aceh tidak panik, kita berdoa saja semoga mereka semua selamat dan bisa kembali ke tanah air," katanya.

Tinggal Menunggu Ijazah
Sementara itu salah seorang mahasiswi Al – Azhar, Kairo asal Lambhuk, Kota Banda Aceh Istiqamah (22), kepada koran ini menyebutkan, bahwa awalnya dirinya sempat cemas tidak dapat kembali tanah kelahirannya.

“Tadinya kan yang diprioritaskan ibu–ibu dan anak – anak," sebutnya.Dia katakan, kondisi di sekitar tempat dirinya tinggal selama di Kairo relatih aman, karena jauh dari pusat mobilisasi massa yang berada di pusat Kota yaitu Tahrim Square, atau berjarak sekitar 30 kilometer.

Sedangkan Istiqamah yang merupakan siswi tingkat akhir Universitas Al – Azhar, Kairo Mesir ini mengaku senang bercampur sedih dapat kembali bertemu keluarganya di Aceh.”Saya tinggal menunggu mengambil ijazah saja," tuturnya. (slm)

Sumber : RakyatAceh.com
Share this article :
 
Design By Keude.Net | Support | CSS
Copyright © 2013. Tgk. H. Muslim Muhammad Daud. Lc - All Rights Reserved
08126965634 - 26ED2C34